Check out the Latest Articles:

Kamis, 13 Juni 2013


Foto: Ilustrasi/Thinkstock

Jakarta, Minyak yang berlebihan di wajah memang mengganggu. Selain wajah jadi terlihat mengkilat, juga kurang segar dan kotor. Jika punya kondisi wajah begini, sering-sering cuci muka tidak akan menyelesaikan masalah.

"Kulit yang berminyak jika makin sering dicuci makan jadi semakin berminyak. Semakin kulit iritasi, maka semakin banyak produksi minyaknya," kata spesialis kulit dan kelamin, dr Eddy Karta, SpKK.

Hal itu disampaikan dia dalam media gathering Pond's Men di The Foundry No 8, Kawasan Niaga Terpadu (SCBD) Lot 8, Jl Jenderal Sudirman Kav 52-53, Jakarta Selatan, dan ditulis pada Rabu (12/6/2013).

Berapa kali sebaiknya seseorang mencuci muka? "Tidak ada aturan bakunya, sama seperti kalau keramas harus berapa kali seminggu. Disesuaikan saja dengan aktivitasnya. Kalau aktivitasnya memang tidak terlalu banyak dan tidak banyak kena debu, dua kali sudah cukup," jelas pria yang tengah mengambil program doktoral di University of Melbourne ini.

Saat menggunakan produk pencuci muka hendaknya disesuaikan benar dengan jenis kulit. Jika Anda merasa kulit kering dan kencang setelah cuci muka dengan sabun tertentu, itu artinya tidak cocok.

"Kalau tidak cocok membikin kulit berminyak," sambung dr Eddy.

Jika Anda ingin menggunakan pelembab juga jangan asal pakai. Sebab pelembab pun ada beraneka macam. Misalnya ada pelembab yang bersifat menarik air. Pelembab ini cocok digunakan di daerah seperti Jakarta.

"Kalau pelembab seperti ini dipakai ke daerah yang memiliki 4 musim tidak cocok, malah bisa menarik air dari bawah kulit kita," terang dr Eddy.

Selain minyak dan jerawat, bintik hitam juga jadi masalah yang sering dikeluhkan. Umumnya perempuan lebih banyak yang mengalami bintik hitam ketimbang laki-laki. Hal ini dikarenakan penumpukan pigmen bisa terjadi di lapisan manapun, sedangkan pada laki-laki tidak seperti itu.

"Pada pria umumnya dark spot terjadi karena bekas jerawat. Penanganannya case by case," kata dr Eddy.


Shutterstock
Ilustrasi latihan beban
JAKARTA - Banyak dari kita yang mengalami problem dalam menaikkan berat badan ideal. Berat badan ideal bisa ditambah dengan meningkatkan massa otot, bukan lemak tubuh.

Banyak yang sering salah arti dengan menaikkan berat badan berarti menaikkan jumlah lemak. Selain cara itu adalah cara yang salah, cara itu juga sangat tidak sehat karena lemak bertambah artinya kita mengonsumsi energi lebih banyak dari yang kita butuhkan untuk aktivitas kita.

Biasanya setelah mencoba selama berbulan-bulan, makan sebanyak mungkin, latihan fitness yang 'katanya' sudah berat tetapi masih belum membuahkan hasil sama sekali, kita sudah mulai putus asa dan mengatakan kalau tubuh kurus kita adalah genetik atau sudah nasib. Kalau dalam 2-3 minggu belum ada hasil, PASTI ada yang salah.

Coba cek tips di bawah ini buat yang selama 2-3 minggu ototnya belum naik-naik :

1. Sudahkan kita makan 5-6x sehari, porsi sedang, dan mengurangi junk food? Memakan junk food bukan saja menambah lemak tidak sehat tetapi juga bisa memperlambat metabolisme tubuh menjadikan tubuh tidak bisa bekerja secara sehat.

2. Makan karbohidrat dan protein LANGSUNG setelah selesai latihan. Hal ini diperlukan untuk mengantikan glycogen atau gula dalam otot yang habis sewaktu kita latihan. Dan proteinnya dibutuhkan oleh otot yang baru saja kita 'rusak' dengan latihan berat.

3. Makan real food (bukan suplemen) MAKS 1 jam setelah latihan

4. Minum multivitamin (ini keharusan buat yang mau nambah berat badan, karena vitamin B terutama, sangat membantu untuk mencerna nutrisi yang kita makan. Akan percuma makan banyak makanan tapi tubuh kita tidak bisa mencernanya dengan baik).

5. Latihan beban TIDAK MELEBIHI 1 jam. Dan kurangi kardio Anda. Latihan lebih dari 1 jam akan memboroskan kalori Anda. Anda tetap membutuhkan kalori untuk membangun otot-otot Anda.

6. Tidak melatih otot yang sama lebih dari 2x dalam seminggu

7. Sudah mengikuti 9-12 set per otot per sesi. Jangan melatih otot chest dengan seluruh alat di gym dengan asumsi semakin lengkap semakin baik. Gunakan hanya 3-4 alat masing-masing sekitar 3-4 set dan gunakan basic compound movement saja. No Isolation Movement.

8. 6-8 reps adalah suatu keharusan, tidak boleh sampai 12 reps. 6-8 reps tuh sudah failure.

9. Gunakan negatif reps. Setelah failure, dibantu oleh teman/spotter untuk angkat, dan kita tahan untuk turunnya. Variasikan negatif reps ini selama 2-3 minggu sekali.

10. Sudah menggunakan High Intensity Training untuk latihan beban. Yang artinya, istirahat pendek antar set, sekitar 1.5 – 2 menit. Dan angkat beban seberat mungkin. Contoh: buat yang tinggi sekitar 160-165, ;jangan bilang bench press 10kg kiri kanan sudah berat. Seperti itu tidak akan bisa menaikkan masa otot Anda. Kejar target minimal 25-30kg kiri kanan. Kalau belum mampu, naikkan perlahan-lahan setiap minggu sampai Anda mampu, kalau perlu, minta bantuan teman.

Ikuti 10 tips dari saya itu dan praktekkan benar2 dari poin 1 sampe 10 selama 2-3 minggu saja.


Foto: Ilustrasi/Thinkstock

Jakarta, Walaupun produk anti penuaan sekarang sudah banyak beredar di pasaran, akan lebih baik jika Anda dapat mencegah penuaan dari diri sendiri. Apalagi penuaan tak hanya disebabkan bertambahnya usia lho.

Penuaan dini dapat terjadi jika Anda tidak menjaga kesehatan dengan baik. Dikutip dari Healthy Living, Jumat (14/6/2013) ini dia kebiasaan sepele yang dapat menyebabkan penuaan dini:

1. Begadang

Bagi orang muda, begadang lantaran beraktivitas dengan teman-teman ataupun melakukan berbagai kegiatan malam mungkin menyenangkan. Tetapi kebiasaan ini bisa membuat seseorang tampak lebih tua. Kurang tidur dapat menyebabkan timbulnya kantung mata dan mata murung.

"Selain itu dapat juga menyebabkan mata lelah dan pucat," ujar dr Allen Towfigh, seorang ahli saraf dan penyakit tidur yang bekerja sama dengan Weill Cornell Medical Center/New York Presbyterian Hospital.

2. Dendam

Menyimpan dendam juga menjadi salah satu penyebab penuaan. Dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Behavioral Medicine from 2005 menunjukkan bahwa kurangnya pengampunan dapat meningkatkan aktivitas saraf.

"Mendendam dapat meningkatkan stres, di mana hal ini akan meningkatkan sejumlah hormon kortisol," kata dr Jennifer Landa, kepala medis BodyLogicMD, sebuah perusahaan anti penuaan.

Kortisol sendiri berkontribusi terhadap kenaikan berat badan, peningkatan tekanan darah, gula darah dan diabetes.

3. Berolah Raga Hanya Ketika Ingin Kurus

Jika tujuan Anda berolah raga hanya untuk membuang bobot tubuh, itu tidak akan efektif. Banyak penelitian menunjukkan bahwa olahraga teratur dapat membantu mencegah penyakit yang berhubungan dengan usia dan memperpanjang rentang hidup.

Dengan berlatih setiap hari akan membantu menurunkan kadar kortisol dan meningkatkan hormon yang menguntungkan seperti tertosteron. Lakukanlah olahraga selama 30 menit setiap hari sangat direkomendasikan.

4. Makanan Manis

Gula ternyata juga berperan dalam hal penuaan. "Makan makanan yang tinggi gula tidak hanya akan membuat Anda semakin gemuk, tapi juga meningkatkan risiko diabetes dan menyebabkan masalah kulit seperti jerawat dan keriput," jelas dr Jennifer.

Ketika Anda mengonsumsi gula, proses glycation akan terjadi, dimana gula masuk ke dalam aliran darah dan menempel pada protein dan akhirnya membentuk molekul baru yang dapat menyebabkan penuaan. Jadi, sebaiknya pertimbangkan lagi untuk mengonsumsi terlalu banyak makanan-makanan manis.

5. Menggosok Mata

Akibat lelah menatap komputer atau membaca terlalu lama seringkali Anda mulai mengucek-ngucek atau menggosok mata. Menurut dr Dennis Gross, seorang ahli kulit, sebisa mungkin kegiatan ini harus dihindari.

"Menggosok mata dapat memecah kolagen dan elastisitas di seluruh wilayah mata, yang akan menghasilkan keriput dan juga rusaknya kapiler," ujar Dennis.

Menurut dr Dennis kulit di daerah ini sangat sensitif dan rentan terhadap kerusakan akibat sinar matahari dan kerutan. "Sebaiknya, cobalah untuk menyeduh dua kantong teh hijau, dinginkan, kemudian tempelkan pada mata Anda selama 10 menit," saran dr Dennis.

Selain itu, Anda juga dapat menggunakan krim yang mengandung vitamin K dan D.

6. Tidur dengan Wajah Menghadap Bantal

Siapa sangka hal kecil ini dapat menyebabkan keriput pada wajah? Tidur dengan wajah menghadap bantal secara terus menerus akan membuat Anda terlihat lebih tua.

"Terus menerus menekan wajah ke bantal menyebabkan trauma pada kulit," kata dr Dennis.

Lalu, seiring waktu trauma ini akan diperparah karena gesekan sarung bantal dan membuat lipatan permanen serta merusak kolagen. Tidur telentang lebih dianjurkan untuk meminimalkan gesekan.

7. Jarang Minum

Kurang cairan jelas memengaruhi kelembaban kulit. Air sendiri sangat penting untuk menjaga kelembaban kulit dan membantu memberikan nutrisi penting pada kulit.
"Air dapat membantu peremajaan kulit dengan cepat. Sebaliknya, dehidrasi akan menyebabkan kulit menjadi kering, kusam, berflek, dan tentu membuat Anda tampak lebih tua," ujar Goodson, seorang nutrisionis.

Shutterstock
Ilustrasi sel kanker
JAKARTA— Kanker masih menjadi momok menakutkan karena penyakit ini memiliki risiko kematian yang sangat tinggi. Kendati kanker dapat diobati, pengobatan kanker yang dikenal selama ini seperti kemoterapi dan radiologi berpotensi tidak hanya mematikan sel kanker, tetapi juga sel-sel normal.

Seakan menjawab permasalahan ini, sebuah studi baru asal Australian Academy of Science mengembangkan metode pengobatan baru kanker berbasis molekuler. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature ini mengungkap, kunci mengobati sel kanker adalah dengan mengetahui konsep kematian sel.

Ketua studi sekaligus Presiden Australian Academy of Science, Profesor Suzanne Cory, mengatakan, kematian merupakan hal alami yang dialami oleh sel. Jika sel tidak mengalami kematian, dan terus tumbuh, hal itu justru akan mengakibatkan kanker.

"Kematian dan kehidupan sel diatur oleh gen. Mencoba memahami terbentuknya kanker hingga ke tingkat gen dapat meningkatkan efektivitas pengobatan," papar Cory seusai Australia Indonesia Science Seminar Series bertajuk "Harnessing Death for Life", Selasa (11/6/2013) di Jakarta.

Cory menuturkan, kanker terjadi karena adanya gen yang mengakibatkan gangguan pada sifat kematian alami sel (apoptosis). Lantaran terjadi gangguan apoptosis, terjadilah sel-sel yang terus bertumbuh tidak terkendali. Sel-sel inilah yang disebut kanker.

"Maka pengobatan yang sedang dikembangkan menargetkan pada gen yang membuat gangguan apoptosis tersebut," imbuh profesor di bidang biologi medis ini.

Prinsip pengobatan, lanjut Cory, yaitu menyisipkan molekul sintetik ke dalam tubuh yang dapat mengembalikan sifat apoptosis yang dimiliki sel. Lantaran bersifat spesifik pada sel yang mengalami gangguan, maka molekul tidak akan mempengaruhi sel lainnya yang bersifat normal.

Studi yang dimulai sejak tahun 1998 ini menunjukkan hasil yang menjanjikan pada tikus. Bahkan, uji coba selanjutnya yang dilakukan terhadap tiga pasien leukemia menunjukkan hasil yang memuaskan.

"Pengobatan ini sangat menjanjikan karena dapat menjadi obat kelas baru yang efektif untuk banyak tipe kanker," pungkas Cory.

Selasa, 11 Juni 2013


Jakarta, Malam pertama selalu dinanti-nantikan pengantin baru. Apa yang akan terjadi di kamar pengantin biarkanlah terjadi secara natural. Meski begitu ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan.

Yang terpenting dalam menghadapi malam pertama adalah tetap menjaga kenyamanan satu sama lain dan membuatnya menjadi aktivitas menyenangkan. Nah, beberapa tips yang dikutip dari Health India, Selasa (11/6/2013) di bawah ini mungkin dapat mengurasi rasa canggung di kamar pengantin:

1. Nikmatilah

Seringkali seks menjadi sebuah permainan ego di mana laki-laki cemas apakah mereka melakukannya dengan benar dan membuat wanitanya senang. Berhentilah khawatir, apapun yang pernah Anda lihat di film porno adalah sesuatu yang palsu.

Nikmatilah waktu bersamanya, ingatlah bahwa ini bukanlah permainan atau sesuatu untuk membuat Anda terlihat jantan. Ini adalah saat di mana Anda menjadi lebih dekat dengan pasangan dan Anda akan menghargai itu di masa datang.

2. Berikan Foreplay dalam Waktu Cukup

Salah satu keluhan yang paling sering dilontarkan oleh wanita adalah laki-laki tidak banyak menghabiskan waktunya untuk foreplay. Padahal seks itu bukan sekadar penetrasi.

Outercourse atau pemanasan luar mengacu pada segala bentuk tindakan seksual seperti ciuman, foreplay, oral seks, masturbasi, necking, humping, pijatan, mammary intercourse, dan sebagainya. Kebanyakan wanita mengalami kesulitan untuk mencapai orgasme saat melakukan hubungan seks, namun Anda bisa mencoba oral seks.

3. Sakit

Terkadang, saat pertama kali melakukan seks akan terasa sakit. Ujung penis Anda dapat menjadi sensitif atau bahkan melukai pasangan Anda.

Dyspareunia atau nyeri saat berhubungan seks adalah fenomena yang cukup umum di kalangan wanita, dan satu dari 5 wanita setidaknya akan merasakannya sekali dalam hidup mereka. Hal tersebut terjadi sebagian besar karena kurangnya lubrikasi.

4. Jangan Termakan Mitos

Ada banyak mitos tentang keperawanan perempuan, dan yang paling umum adalah perempuan akan berdarah saat pertama kali mereka melakukan hubungan seks. Banyak orang percaya karena hal ini akan merobek hymen atau selaput dara, tetapi kerusakan selaput dara tidak ada hubungannya dengan keperawanan.

Kerusakan selaput dara dapat saja terjadi karena olahraga berat atau bahkan karena kegiatan seperti bersepeda.

5. Diskusikan

Salah satu masalah yang paling umum terjadi pada pasangan baru adalah mereka tidak mendiskusikan masalah seks di kamar tidur. Karena itu akan sangat baik jika Anda melakukannya dan mengatakan pada pasangan Anda tentang segala ketakutan Anda seputar hubungan seksual.

Tanyakan juga pada pasangan apa yang dapat membuatnya senang dan apa yang diharapkan dari hubungan seks bersama Anda. Jujurlah tentang harapan Anda dan jelaskan bahwa seks tidak akan mungkin berjalan baik saat pertama kali dilakukan, tetapi katakan juga padanya bahwa Anda akan berusaha sebaik mungkin.

6. Ereksi dan Ejakulasi Dini

Kadang tekanan dari berhubungan seks untuk pertama kali mungkin dapat membuat Anda menderita masalah ereksi atau ejakulasi dini. Tetap tenang, ejakulasi dini adalah hal umum karena ini adalah pertama kalinya Anda melakukan hubungan seksual.

Ejakulasi dini akan berlalu ketika tubuh telah terbiasa melakukan vaginal intercourse. Isu lainnya yang akan Anda hadapi adalah ereksi lemah atau bahkan tidak ereksi.

Hal ini disebabkan sebagian besar karena tekanan psikologis saat pertama kali berhubungan seks. Nah jangan khawatir tentang hal itu karena masalah ini akan teratasi dengan sendirinya.

Namun, jika tidak juga teratasi sebaiknya lakukan kunjungan dokter untuk mengetahui apakah hal ini dampak dari penyakit jantung atau diabetes.

7. Jangan Khawatir Jika Dia Tidak Orgasme

Banyak wanita merasa sulit ejakulasi melalui hubungan seks dan satu-satunya yang dapat membantu adalah rangsangan pada klitoris. Jika Anda merasa sulit untuk membuat orgasme melalui hubungan seks, Anda dapat selalu mencoba fingering atau oral seks. Ingatlah bahwa penis bukan satu-satunya organ seksual yang Anda miliki.

8. Ini Akan Menjadi Lebih Baik

Hal yang paling penting yang harus selalu Anda ingat adalah tidak ada yang baik ketika pertama kali melakukan hubungan seks. Seks juga membutuhkan latihan dan Anda akan semakin baik dengan pengalaman. Jadi, jangan takut untuk melakukannya dan nikmatilah



JAKARTA-  Minuman ringan diduga tak hanya punya andil besar pada masalah kegemukan. Penelitian terakhir mendapatkan soft drink yang diminum dalam jumlah banyak, juga memicu diabetes, penyakit jantung, dan stroke, bahkan pada mereka yang tak kegemukan.

Remaja yang minum lebih dari satu kaleng minuman ringan, ditengarai rentan terkena diabetes, penyakit jantung, dan serangan stroke. Riset yang berlangsung selama lebih dari 20 tahun terhadap 1.400 remaja telah dilakukan oleh Telethon Institute for Child Health Research di Perth, Australia Barat, mendasari dugaan tersebut.

Hasil riset yang dimuat The American Journal of Clinical Nutrition itu menyebutkan bahwa konsumsi lebih dari sekaleng minuman manis akan menurunkan kolesterol "baik" dan menaikkan kolesterol "buruk" triglyceride dalam darah. Kondisi ini tak hanya terjadi pada anak-anak yang memiliki kelebihan berat badan, tetapi juga pada mereka yang berberat badan "normal".

Dilaporkan oleh Skynews.com.au, Jumat (7/6/2013), periset mengatakan risiko terkena serangan penyakit jantung (cardio-metabolic) meningkat pada para remaja peminum lebih dari sekaleng minuman ringan itu seiring pertambahan usia. "Bahwa minuman yang banyak mengandung gula meningkatkan risiko obesitas pada anak muda sudah diketahui. Yang baru dari riset ini adalah minuman bergula yang berlebihan meningkatkan diabetes tipe 2 dan penyakit jantung bahkan pada anak muda yang tidak kelebihan berat badan," papar Gina Ambrosini, pemimpin riset yang juga periset senior dari University of Western Australia.     

Sementara Wendy Oddy dan Ambrosini, tim periset juga, mengatakan bahwa penemuan ini menyiratkan pentingnya peran orang tua dalam memonitor konsumsi minuman yang mengandung banyak gula oleh anak-anak mereka. "Konsumsi harus lebih moderat. Jadi kalau anak-anak minum banyak minuman bergula, mereka harus menguranginya," tegas Oddy. Dia menambahkan, air putih tetap adalah pilihan terbaik.

"(Pilihannya) orang tua harus mengganti dengan minuman yang kandungan gulanya lebih sedikit atau minuman untuk diet,"  imbuh Oddy. Riset Raine Study ini dimulai pada 1989, melibatkan 2.900 wanita hamil, lalu kesehatan anak-anak mereka terus dikaji sejak lahir sampai berumur 23 tahun. Analisa data riset ini dilakukan oleh MRC Human Nutrition Research di Cambridge, Inggris



JAKARTA- Berolahraga di luar ruangan memang memiliki lebih banyak keuntungan, antara lain bisa menghirup udara segar, pemandangan tidak monoton, serta bisa terkena sinar matahari. Tetapi, manakah tempat olahraga luar ruang terbaik?


Menurut para peneliti dari Italia, berlari di pantai barangkali adalah olahraga luar ruang yang paling baik dalam hal pembakaran lemak.

Para peneliti tersebut meminta pemain sepakbola untuk berlari cepat di beberapa permukaan, seperti pasir, rumput, dan rumput buatan. Ternyata, berlari di pasir paling membuat pelari mengeluarkan energi sehingga kalori yang dibakar lebih banyak.

Berlari di pasir juga memiliki efek benturan lebih rendah bagi sendi.

"Saat berlari di pasir, kaki kita akan masuk ke dalam pasir. Ini membuat otot-otot kaki bekerja lebih keras. Selain itu pasir juga menyerap secara virtual semua usaha yang dikeluarkan kaki, dibandingkan dengan permukaan keras seperti pada rumput atau beton," kata ketua peneliti Paolo Gaudino.

Jadi, jika nanti Anda ke pantai, jangan hanya duduk-duduk di pinggir saja, tetapi manfaatkan kesempatan ini untuk membakar lemak lebih banyak.